Minggu, 13 Agustus 2017

Tips Menanam Cabe

Menanam Cabe-Tanaman cabai (Capsicum annum L.) merupakan tanaman setahun yang berbentuk perdu, banyak dibutuhkan manusia sebagai bumbu masak, karena sifat pedasnya yang berasal dari minyak atsirim (Sunaryo dan Rismunandar 1981). Dalam klasifikasi, tanaman cabai termasuk dalam kelas Angiospermae, sub kelas Dicotiledonae, ordo Polimoniales, famili Solanaceae, genus Capsicum dan spesies Capsicum annum L (Samsudin, 1986).

Jenis-jenis tanaman cabai secara garis besar dibagi menjadi dua jenis yaitu:

1. Cabai kecil
Yang termasuk cabai kecil atau cabai rawit ialah:

a. Cabai Jemprit
Cabai jemprit bentuk buahnya kecil-kecil pendek dan ada pula bentuknya agak bulat. Buah yang muda bewarna hijau , dan yang masak bewarna merah menyala atau tua. Isinya penuh dengan biji. Rasanya pedas sekli karena mengandung minyak aetheris (atsiri) yang sangat tinggi.

b. Cabai Ceplik
Bentuk buahnya sedikit lebih besar dari cabai jemprit. Warna buahnya yang masih muda bewarna hijau sedangkan yang telah masak bewarna merah. Isinya penuh dengan biji, rasanya pedas tetapi tidak sepedas cabai jemprit.

c. Cabai Putih
Bentuk buahnya lebih besar dari cabai ceplik dan memanjang, warna buahnya yang masih muda dan tua tetap bewarna putih, tetapi setelah masak sekali menjadi merah agak kekuning-kuningan. Isinya penuh dengan biji rasanya kurang enak dan tidak sepedas cabai ceplik.

2. Cabai Besar (Capsicum annum L)
Yang termasuk cabai besar antara lain:

a. Cabai Merah
Bentuk buahnya besar, panjang dan meruncing. Warna buahnya yang masih muda hijau dan yang masak bewarna merah. Kulit buahnya agak tipis dan di dalam buahnya banyak terdapat biji, tetapi isinya tidak sepadat seperti cabai kecil. Rasanya pedas akan tetapi tidak sepedas cabai kecil.

b. Cabai Hijau
Bentuk buahnya besar, panjang dan meruncing seperti cabai merah, tetapi ada juga buahnya yang pendek dan gemuk tidak meruncing. Warna buahnya yang muda dan yang tua bewarna hijau, tetapi jika dibiarkan saja masak di pohon menjadi merah tetapi tidak semerah cabai merah. Di dalam buahnya banyak terdapat biji seperti cabai merah.

c. Cabai Bulat (domba, udel)
Bentuk buahnya pendek dan tumpul. Warna buahnya yang muda hijau dan yang masak bewarna merah. Kulit buahnya tebal, daging buahnya kosong dan bijinya tidak sebanyak cabai merah, Rasanya kurang pedas dan sedikit rasa manis.

d. Paprika (Capsicum annum CV. Groscum)
Dilihat dari bentuk buahnya, cabai ini sebenarnya tergolong cabai bulat, tetapi lebih besar buahnya, karena buahnya yang bulat, gemuk dan tumpul itu banyak orang yang menganggapnya sebagai cabai hias. Rasanya tidak begitu pedas bijinya jarang, warnanya hijau seperti cabai hijau ini merupakan tanaman subtropics dan dingin, sesuai dengan daerah asalnya yaitu Amerika.



Syarat Tumbuh Tanaman Cabe
Tanah

    Membutuhkan tanah yang memiliki struktur remah atau gembur serta kaya akan bahan organik.
    pH (derajat keasaman) tanahnya sekitar 5,5 sampai 7,0.
    Tanah tidak becek atau terdapat genangan air.

Iklim

    Curah hujan pertahun antara 1500 sampai 2500 mm, dengan distribusi merata.
    Suhu udara sekitar 16° sampai 32°C.
    Saat sudah mulai pembungaan dan pemasakan buah, tanaman cabe harus cukup sinar mataharinya (10-12 jam).

Cara Menanam Cabe

1. Pemilihan Jenis Cabe
Sebelum menanam kamu harus tentukan dulu jenis cabe apa yang akan ditanam. Kamu bisa memilih apakah cabe rawit, cabe merah besar, cabe merah atau jenis cabe lainnya.

2. Menyemai Benih Cabe
Setelah menentukan akan menanam cabe jenis apa, pilihlah cabe yang masih segar. Kupas cabe tersebut dan ambil bijinya. Selanjutnya jemur sampai kering.
Selanjutnya, lakukan semai benih yang telah kering. Kamu dapat memilih apakah akan disemai di polybag atau di media bedengan semaian. Kedua cara tersebut hampir sama, tapi kebanyakan petani memakai media bedengan sebagai teknik untuk menyemai benih cabe.
Cara menggunakan teknik bedengan adalah dengan membuat bedengan pada sebidang tanah yang gembur. Beri pupuk kandang dan pupuk TSP (kalau mau yang organik tidak usah gunakan pupuk TSP) secukupnya. Pemupukan dimaksudkan untuk mempercepat pertumbuhan bibit cabe.
Setelah bedengan siap, taburkan benih cabe ke dalam setiap bedengan yang dibuat. Setelah itu, tutup bagian atas menggunakan gulma kering, bisa menggunakan alang-alang kering yang disangga menggunakan kayu jarak. Jarak antara tanah cabe.
Selama proses penyemaian, jaga selalu kondisi tanah dengan cara menyiraminya setiap hari di atas penutupnya, agar air tidak langsung jatuh ke tanah yang akan menyebabkan benih jadi hanyut.
Tunggu sampai benih tumbuh menjadi tanaman kecil yang memiliki daun minimal empat helai. Saat sudah mempunyai daun minimal empat, bibit cabe siap untuk dipindahkan ke lahan tanam.

3. Pembuatan Lahan Tanam Cabe
    Sambil menunggu bibit cabenya jadi, kita siapkan dulu lahan yang akan digunakan untuk menanam cabe.
    Bersihkan lahan yang akan digunakan untuk menanam cabe dari gulma atau rumput liar.
    Gemburkan tanah dan beri pupuk kandang.
    Buat bedengan dengan lebar sekita 1 meter sampai 1,5 meter. Ketinggian bedengan 30 cm dan jarak antar bedengan 30 sampai 40 cm.
    Buat lubang dengan jarak antar lubang 40 sampai 60 cm.
    Nah, lahan siap digunakan untuk menanam cabe.

4. Penanaman Cabe
Masa tanam yang paling baik untuk tanaman cabe adalah ketika curah hujan tidak terlalu banyak. Hal ini penting untuk diketahui karena jika curah hujan tinggi dan terdapat genangan air, tanaman cabe bisa menjadi mati.
Nah, berikut langkah untuk menanam bibit cabe yang sudah jadi.
    Ambil bibit yang sudah memiliki daun sebanyak emapt helai dan kondisinya baik.
    Masukkan bibit ke dalam lubang yang sudah disiapkan pada lahan tanam.
    Tutup kembali lubang dengan menggunakan tanah atau pupuk kandang.
    Siram tanaman cabe tiap hari jika tidak hujan.
    Saat musim kemarau, kamu bisa memberikan penutup diatas tanaman cabe. Bisa menggunakan jerami atau penutup yang lain, hal ini untuk menjaga kelembaban serta agar tidak terjadi kekeringan pada lahan tanam.

5. Pemupukan Tanaman Cabe
Pupuk yang diberikan pada tanaman cabe dapat berupa pupuk kandang atau pupuk kompos, itu jika akan menghasilkan cabe yang organik. Tapi jika tidak, kamu dapat mencampur pupuk kandang atau pupuk kompos dengan TSP atau urea secukupnya.

6. Perawatan Tanaman Cabe
    Lakukan penyiraman tanaman cabe setiap hari jika kondisi sedang tidak hujan.
    Lakukan penyiangan atau pembersihan rumput-rumput liar yang tumbuh disekitar tanaman cabe.
    Cabut daun yang kuning agar pertumbuhan tanaman cabe lebih optimal.
    Jika tidak perlu gunakan pestisida secara berkala untuk menghilangkan hama yang menyerang tanaman.

7. Pemetikan Cabe
Lakukan pemetikan buah cabe yang kondisi buahnya telah masak. Masukkan ke dalam wadah yang memiliki sirkulasi udara yang lancar agar cabe tidak menjadi busuk.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Intip Yuk Tips Menjaga Foto Agar Tetap Bagus

Tips menjaga foto agar tetap bagus   Tips menjaga foto agar tetap bagus -  dalam buku berjudul "Perawatan foto", disebutkan...